Abu nawas penyair yg hidup di masa bani abbasiah 1100 thn yg lalu memiliki syair yg menggambarkan secara pas sifat manusia

Ilahilas tulil firdaus siahla

Bahwa manusia itu memang sadar dia ga pantes masuk surga melihat amalnya sehari hari yang gitu gitu aja. Tapi pada saat yang sama, manusia juga ga mau masuk neraka.

Wa la aqwa alannaril jahimi

Tapi aku juga ga kuat, ga sanggup masuk neraka jahimmu, akhirnya manusia hanya berharap rahmat allah, dan ampunananya

Fahablitaubatawwaghfir zunubi

Maka terimalah taubatkan dan ampunilah dosa dosaku

Fainnakaghofiruzzanbil aziimi

Karna sessungguhnya hanya engkaulah yang maha pengampun dosa dosa besar.

 

 

Namanya manusia itu sudah pasti berbuat salah dan khilaf

Al insanu mahallu khoto wa nisyan

Kalau manusia tidak pernah berbuat salah, itu bukan manusia pak, itu malaikat.

Dr Zakir Naik ulama kontemporer saat ini beliau berkata

Manusia itu lebih istimewa ketimbang malaikat, manusia diberikan free will atau kehendak bebas untuk melakukan  segala sesuatu. Dan dari situ dia diuji mau mengikuti jalan yang lurus atau jalan yang bengkok.

Kalau malaikat tidaklah istimewa, dia assembingnya, perakitannya sudah built up kalo dia itu, malaikat akan selalu patuh pada perintah allah. Disuruh A dia ngelakuin a, disuruh b dia ngelakuin b. seperti saat isra miraj Rasul kan liat ada malaikat yang tugasnya zikir terus sampai jutaan taun, ga ada dia ah males banget dah, bentar dah gw pengen masuk surge dulu liat liat bidadari cuci mata pan malaikat ridwan temen maen gw. ada yang tugasnya sujud terus sampai jutaan taun. Dst.

Olehkarrenanya jika manusia bisa patuh dan bertakwa pada Allah, derajat dia lebih tinggi dari malaikat, tapi kalo dia ngikutin hawa nafsunya dia lebih rendah derajatnya dari hewat.

 

Dan allah tau, sebgai pencipta semesta alam, dia tau nih kalo manusia itu pasti bakalan sering berbuat salah, lalai, males, buruk sangka, iri, dengki, hasad, nunda nunda pekerjaan.

 

Memang manusia seprti itu, apa kata allah :

{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ } [آل عمران: 14] .

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak laki-laki, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
(Ali ‘Imran: 14)

Sisi hikmahnya : Sesungguhnya seandainya bukan karena syahwat ini yang menghalangi manusia menghadap kepada Rabbnya niscaya ujian dalam agama itu tidak ada faedahnya. Seandainya dalam hati atau fitrah manusia tidak ada kecintaan terhadap syahwat ini niscaya ujian dalam agama tidak ada faedahnya. Karena sikap tunduk dan patuh terhadap aturan agama mudah untuk dilakukan jika tidak ada hambatan dan rintangan. Oleh karena itu orang yang pertama kali menyambut dan menerima dakwah Rasul secara umum adalah orang-orang faqir yang terhalangi dari mendapatkan dunia. Karena tidak ada hambatan dan rintangan bagi mereka,  tidak ada harta, kedudukan dan yang lainnya.

 

Kalao mau masuk militer kan diuji dulu pak, dari mental dan fisik dan tantngan kalo mau jadi militer yang bener bener. Ksatria yang cakep dan bersinar. Bukan Bayar lewat belakang.

———————————————————————————

Pada saat yang sama manusia penakut ;
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ٢:١٥٥
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ٢:١٥٦
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ٢:١٥٧

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. [al Baqarah/2:155-157]\

 

 

Nah kebayakan tipe manusia ketika diuji tertera di surat alfajr ;

 

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُفَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

  1. Adapun manusia, ketika Tuhannya mengujinya, lalu memberi kehormatan kepadanya dan memberinya kehidupan yang menyenangkan, ia berkata: “Tuhanku menghormati aku”.

 

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

  1. Dan ketika Dia mengujinya, lalu menyempitkan rezekinya, ia berkata: “Tuhanku menghinakan aku”.

 

 

Karena itu manusia lemah dan banyak salahnya allah menya yangi hambanya dengan rahmatnya yang luar biasa dengan kasih sayangnya.

Dalam surat arrahman ;

Arrohman …dst, fabiayi ala irobbikuma tukazziban.

Nah mana nih nikmat allah, banyak pak

 

————————————————

Umar bin al-Khattab r.a meriwayatkan bahwa satu ketika dibawa ke hadapan Rasulullah saw satu kumpulan tawanan perang. Ternyata terdapat seorang perempuan di kalangan rombongan itu sedang mencari-cari sesuatu ( anaknya ). Setiap kali dia menjumpai bayi di kalangan rombongan tawanan itu maka dia pun terus mengambil dan memeluknya dan menyusuinya.

 

Maka Rasulullah saw pun berkata kepada kami,“Apakah menurut kamu perempuan ini akan tergamak melemparkan anaknya ke dalam julangan api?”. Maka kamipun menjawab, “Tentu saja dia tidak akan sanggup melakukannya, demi Allah. Walaupun dia sanggup, pasti dia tidak ingin melemparkan anaknya.”

 

Maka Rasulullah saw pun bersabda : “Sesungguhnya Allah jauh lebih menyayangi hamba-hambaNya dibandingkan kasih sayang ibu ini kepada anaknya.” ( Imam Bukhari dan Muslim)

 

Tiada seorang ibu pun sanggup melihat anaknya ditimpa sebarang kesulitan. Apatah lagi mencampakkannya ke dalam api yang menyala. Begitulah juga Allah yang menjadikan, memelihara, menjaga, memberi rezeki dan pelbagai nikmat kehidupan kepada kita lebih-lebih lagi menyayangi hambaNya dan tidak menghendaki hambaNya dicampakkan ke dalam neraka.

 

Oleh sebab itu Allah SWT sangat gembira bila hambanya yang jauh hanyut dalam kesesatan kembali ke pangkal jalan dan bertaubat kepadaNya. Kerana taubat asbab seseorang itu akan terselamat dari bakaran api neraka. Sabda Nabi saw :

 

“Sesungguhnya Allah sangat-sangat bergembira terhadap taubat salah seorang di antara kamu jauh melebihi kegembiraan salah seorang dari kalangan kamu di saat ia mendapat kembali untanya yang telah hilang.” ( Imam Muslim)

 

Allah sangat-sangat cemburu bila hambaNya melakukan perkara yang dimurkainya. Sabda Baginda saw bersabda :

 

“Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” ( Imam al-Bukhari dan Muslim)

 

————————————————————————–

جعل اللهُ الرحمةَ مائةَ جُزءٍ، فَأمسَكَ عندهُ تِسعة وتسعينَ ، وَأَنزَلَ في الأرضِ جُزءا واحدا ، فَمِن ذلكَ الجزءِ تَتَراحَمُ الخلائق ، حتى تَرْفَعَ الدابةُ حافِرَها عن ولدها خشيةَ أن تُصيبَه».هذه رواية البخاري، ومسلم

“Allah telah menjadikan rahmat menjadi seratus bagian. Dia menahan di sisinya 99 bagian dan menurunkan di bumi satu bagian. Dari satu bagian rahmat itulah makhluk salinng menyayangi, sehingga seekor kuda mengangkat kuku dari anaknya khawatair akan menyakitinya.” (Bukhari).

Dalam riwayat Muslim terdapat tambahan:

وَأَخَّرَ اللهُ تسعا وتسعين رحمة ، يرحم بها عبادَهُ يومَ القيامةِ

“Dan Allah mengakhirkan yang sembilan puluh sembilan kasih sayang, yang dengannya Dia akan menyayangi para hamba-Nya di hari kiamat.”

Ternyata kasih sayang yang Allah swt turunkan ke bumi ini baru seperseratus bagian. Padahal sudah sebanyak ini nikmat nikmat yang kita rasakan. Lalu bagaimana dengan kasih sayang yang Allah swt simpan di hari kiamat? Maka benarlah sabda Rasulullah saw mensifati jannah sebagai rahmat Allah k bagi orang beriman : “Mata tidak pernah melihat, telinga tidak pernah mendengar, dan tidak pernah terdetik di hati.”(HR. Muslim)

 

——————————————–


لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي (رواه البخارى و مسلم)

Nabi bersabda: ketika Allah menciptakan makhluk, maka Allah menulis dalam buku catatannya yang ada disisi-Nya di atas ‘Arsy, tertulis:  “sesungguhnya kasih sayangKu itu mengalahkan murka-Ku” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

—————————————————————

Rasulullah saw“Allah swt telah berfirman ‘…. jika ia mendekat padaKu sejengkal ,Aku akan mendekat padanya sehasta. Jika ia mendekat padaKu sehasta, Aku akan mendekat padanya sedepa. Jika ia datang padaKu dengan berjalan, Aku akan datang padanya dengan berlari” (HR Muslim)
Seperti juga firman-Nya: “Karena itu, ingatlah kamu pada-Ku, niscaya Aku ingat pula padamu, dan bersyukurlah pada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu” (QS 2:152)

———————————————

 

مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلاَيُجْزَى إِلاَّمثِلْهَاَ وَهُمْ لاَيُظْلَمُونَ

“Barang siapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al An’aam: 160)

—————————————-

Rasulullah Shallahu alaihi wassalam bersabda :

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla membuka tangan-Nya pada waktu malam, supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada siang hari, dan Ia membuka tangan-Nya pada waktu siang supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada malam hari. Begitulah hingga matahari terbit dari barat (kiamat).” (HR : Muslim).

 

—————————————

Rahmat allah berikutnya adalah bila hambanya beriat berbuat kebaikan, baru niat dia udah dapet pahala, enak bener. Kalo udah ngelakuin perbuiatan baik, dikali 10 pak bahkan sampe 10 kali lipat.

Apalagi kita ada bulan Ramadhan, berapa kali lipat kita diganjar. Belum lagi ada malam lailatul qodar, malam seribu bulan. Belum lagi yang punya rejeki bisa ke mekkah . nilai sholat di sana jutaan kali lipat dibandingkan sholat di masjid biasa.

Nah kalo kita berbuat kejahatan, baru niat. Ga diiutng pak sama allah. Kalo nekat ngelakuin diitung satu dosa. Kalo ga jadi malah dikasih pahala.

Inilah makna daripada hadis ke 37 dari Arba’in An-Nawawi,
عَن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالى قَالَ: (إِنَّ الله كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ؛ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمائَةِ ضِعْفٍ إِلىَ أَضْعَاف كَثِيْرَةٍ. وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً،وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً) رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ في صَحِيْحَيْهِمَا بِهَذِهِ الحُرُوْفِ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Yang Mahasuci dan Mahatinggi, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut. Barangsiapa yang ingin melaksanakan kebaikan namun dia tidak mengamalkannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan hingga kelipatan yang banyak. Jika dia berniat berbuat maksiat, kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya, Allah mencatatnya sebagai satu maksiat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Sampai ada hadis rasul yang mengatakan

Sampai-sampai Rasulullah saw bersabda, ”Tak ada seorang pun yang mendengar sesuatu yang menyakitkan yang lebih sabar dari Allah. Dia telah disekutukan dan dianggap memiliki anak, tetapi Dia membiarkan dan memberi mereka rezeki. ” – (HR Ahmad)

—————————————————

Bahkan ketika kita meninggal dan mampu mengucapkan kalimat tauhid, kita dijamin masuk surge

Setiap yang bernyawa pasti akan tiba ajalnya (QS Ali-Imran [3]:185)

“Barang siapa yang di akhir hayatnya mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah, kecuali Allah SWT), maka ia masuk surga.” (HR Abu Dawud).

—————————————

Ketika di nerakapun allah masih memberikan ampunan syafaat kepada mereka yang bahkan tidak memiliki kebaikan sama sekali namun pernah berucap lailahaillahllah ;

 

“Demi Allah Yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak ada seorangpun diantara kamu yang lebih bersemangat di dalam menyerukan permohonannya kepada Allah untuk mencari cahaya kebenaran, dibandingkan dengan kaum Mu’minin ketika memohonkan permohonannya kepada Allah pada hari Kiamat untuk (menolong) saudara-saudaranya sesama kaum Mu’minin yang berada di dalam Neraka. Mereka berkata : “Wahai Rabb kami, mereka dahulu berpuasa, shalat dan berhaji bersama-sama kami”.

Maka dikatakan (oleh Allah) kepada mereka : “Keluarkanlah oleh kalian (dari Neraka) orang-orang yang kalian tahu!” Maka bentuk-bentuk fisik merekapun diharamkan bagi Neraka (untuk membakarnya). Kemudian orang-orang Mu’min ini mengeluarkan sejumlah banyak orang yang dibakar oleh Neraka sampai pada pertengahan betis dan lututnya. Kemudian orang-orang Mu’min ini berkata: “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi di Neraka seorangpun yang engkau perintahkan untuk mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)!” Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang dari Neraka. Kemudian mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi seorangpun yang kami sisakan dari orang yang Engkau perintahkan untuk kami mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Selanjutnya mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada seorangpun yang Engkau perintahkan, kami sisakan (tertinggal di Neraka)”. Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Kemudian mereka berkata : “Wahai Rabb kami, tidak lagi kami menyisakan di dalamnya seorangpun yang mempunyai kebaikan”.
Bahkan setelah itupun ketika Rasul, orang mumin dan malaikat telah memberikan syafaat allah masih memberikan syafaat lagi

Maka Allah Azza Wajallah berfirman, ‘Para malaikat telah memberikan syafaat, para Nabi telah memberikan syafaat, orang-orang mukmin telah memberikan syafaat. Tidak tersisa kecuali Yang Maha memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang dikasihani. Maka (Allah) menggenggam satu genggaman dari neraka dan mengeluarkan suatu kaum yang belum pernah sama sekali melakukan kebaikan. Telah gosong kembali, maka dilemparkan ke sungai surga yang disebut ‘Sungai kehidupan (Nahrul Hayah). Maka mereka keluar bagaikan biji-bijian yang cepat tumbuhdi tanah. Mereka keluar bagaikan mutiara di leher mereka dan tanda yang penduduk ahli surga mengetahuinya. Mereka adalah yang dimerdekakan oleh Allah. Allah masukkan mereka ke dalam surga tanpa amalan yang mereka lakukan dan kebaikan yang mereka persembahkan.”

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad, 18/394 dari jalan lain.

Para ulama telah menjelaskan syafaat ini yaitu bagi orang yang mengatakan ‘Lailaha illallahu’ dan telah mewujudkan ketauhidan, akan tetapi tidak pernah melakukan amalan kebaikan sama sekali.

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, ‘Syafat lain adalah syafaat bagi orang yang mengatakan ‘Lailaha illallahu namun tidak pernah melakukan kebaikan sama sekali.’ (Fathul Bari, 11/428)

—————————————-

“Itu Jibril datang kepada saya, dan berkata : “Barangsiapa dari umatmu yang mati dalam keadaan tidak sedang menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia masuk surga”. Lalu Abu Dzar bertanya : Walaupun dia berzina dan mencuri?, Nabi SAW., menjawab, walaupun dia berzina dan mencuri! [HR. Bukhari (644?,4)],

Az-Zumar : 53

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ
نُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُالذُّ

“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

——————

 

Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman:”Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kamu membuat kesalahan pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, maka memohon ampunlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu. (Hadist Shohih riwayat Muslim, no : 2577)

 

Rosulullah saw juga bersabda : Allah berfirman : ” Wahai anak adam, walaupun dosa kamu mencapai setinggi langit , kemudian kamu beristighfar memohon ampun kepada –Ku, maka niscaya Aku ampuni kamu, dan Aku tidak peduli. ” ( Hadist Shohih Riwayat Tirmidzi no : 2540 dan Ahmad : 5/ 172)

 

Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jika kamu tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan mematikan kamu dan menggantikannya dengan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada-Nya, kemudian Allah akan mengampuni mereka.” ( Hadist Shohih riwayat Muslim, no : 2749 )

—————————

  1. Kadang-kadang musibah atau cobaan itu untuk membuat seseorang sadar dari maksiat yang selama ini dilakukannya
  2. Kadang-kadang untuk meningkatkan derajat seseorang di Akhirat nanti
  3. Kadang-kadang untuk memperingatkan seseorang akan nikmat yang selama ini diberikan oleh Allah SWT dan dia tidak menyadarinya. Baru ketika nikmat itu hilang dari tangannya dia sadar akan kebesaran nikmat itu.
  4. Kadang-kadang agar dia menyadari akan realita kehidupan dunia yang fana ini, bahwa tidak ada kebahagiaan yang sejati. Sehingga akhirnya dia rindu akan kehidupan akhirat.
  5. Kadang-kadang untuk menguji seseorang apakah dia ridho dengan ketetapan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya atau tidak.?
  6. Kadang-kadang agar seseorang yang ditimpa musibah atau cobaan itu masuk Surga tanpa dihisab lagi karena kesabarannya.
  7. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa dihisab lagi (39:10)
  8. Kadang-kadang untuk menghapuskan dosa seseorang. Karena apapun penderitaan yang menimpa seorang mukmin-meskipun hanya duri yang mengena jari tangannya- akan diberi pahala (dan menghapuskan dosa)

 

Maka sepatutnya kita malu dengan apa yang allah berikan kepada kita secara luar biasa.Dan sepatutnya kita berhusnuzon atau berbaik sangka kepada allah dan tidak putus asa dari rahmatnya, meski kita pendosa, allah selalu siap menerima taubat kita

Alhayau minal iman, rasa malu itu merupakan bagian dari iman

Alhayau la yati illah bilkhoir ; malu itu tidak mendatangkan kecuali yang baik baik.

 

Author: zannoism

Zannoism.com adalah tempat dimana Zannoism melayani kebutuhan pribadi desain istimewa anda dengan secara mudah lewat jaringan online. Kunjungi juga manajemen-pemasaran.com untuk mendapatkan referensi manajemen terbaik dalam format digital secara lengkap dan terjangkau.

Leave a Reply